Jumat, 15 Maret 2013

Hakekat Bimbingan dan Konseling





BAB I




PENDAHULUAN




 




1.      LATAR BELAKANG




 




Dalam pendidikan di Indonesia mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tingi terdapat tidak hanya memberikan pendidikan akademis yang sifatnya intelektual saja. Akan tetapi dalam setiap jenjang pendidikan juga terdapat materi tambahan yaitu Pendidikan Bimbingan dan Konseling yang bertujuan untuk memberikan pengarahan konselor terhadap siswa maupun dunia pendidikan itu sendiri. Mulai dari tingkat atas sampai tingkat bawah. Tugas konselor ini tidak dapat di pisahakan dari pendidikan itu sendiri. Banyak landasan hukum maupun landasan yang lain yang sifatnya filosofis maupun yang lainnya yang mengahruskan bimbingan dan konseling diadakan di setiap jenjang pendidikan di Indonesia. Banyak sekali manfaat dan kegunaan bimbingan dan konseling di dunia penididkan dan masih banyak lagi kontribusi binbingan dan konseling di dunia pendidikan.




Berkaitan dengan pentingnya dan banyaknya kontribusi yang di berikan oleh bimbigan dan konseling di dunia pendidikan. Oleh karena itu, melaluai makalah ini penulis ingin menganalisis mengenai hakekat bimbingan dan konseling yang di laksanakan di Indonesia sebagai ladasan pelaksanaan bimbingan dan konseling di dunia pendidikan Indonesia.




2.    Rumusan Masalah




Dalam makalah ini akan membahas tentang hakekat bimbingan dan konseling, yaitu sebagai berikut :




a.      Apa pengertian bimbingan dan konseling?




b.     Apa tujuan dari bimbingan dan konseling itu?




c.      Apa hubungan, persamaan dan perbedaan dari bimbingan dan konseling?




 




3.    Tujuan




Adapun tujuan penyusunan makalah ini antara lain:




a.   Agar mengetahui pengertian dari bimbingan dan konseling.




b.   Untuk mengetahui tujuan dari bimbingan dan konseling.




c.   Untuk mengetahui hubungan, persamaan dan perbedaan bimbingan dan konseling.




                                      





 




BAB II




PEMBAHASAN




 




A.    PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING




 




1.           Pengertian Bimbingan




Bimbingan dapat diartikan sebagai bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria ataupun wanita,yang telah terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadai kepada seorang dari semua usia, untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri (Crow dan Crow, dalam Eman Amti 1992:2).




Ada pula yang berpendapat bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu-individu dalam menentukan pilihan-pilihan dan mengadakan berbagai penyesuaian yang bijaksana dengan lingkungan. Adapun tujuannya adalah untuk mengembangkan setiap individu sesuai dengan kemampuannya (Jones dalam Djumhur dan M. Surya).
Pada prinsipnya bimbingan mengandung unsur pokok sebagai berikut:




1.     Merupakan proses yang berkelanjutan. Bahwa bimbingan dilakukan secara sistematis, disengaja, berencana, terus menerus, dan terarah kepada tujuan.




2.     Bisa diberikan kepada individu maupun kelompok.




3.     Dapat diberikan kepada siapa saja, dengan pendekatan pribadi.




4.     Bertujuan agar seseorang bisa mengembangkan diri secara optimal.




5.     Bimbingan diberikan oleh orang-orang yang ahli.




6.     Bimbingan hendaknya dilaksanakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.




2.     Pengertian Konseling




Kata Konseling berasal daribahasa latin consilium yang berarti dengan atau bersama yang dirangkai dengan kata menerima atau memahami. Banyak para ahli yang merumuskan pengertian konseling. Namun pada dasarnya konseling mengandung hal-hal pokok sebagai berikut :




1.     Konseling melibatkan dua orang yang saling berinteraksi dan mengadakan komunikasi langsung.




2.     Interaksi antara klien dan konselor berlangsung dalam waktu yang relatif lama.




3.     Tujuan hubungan konseling adalah terjadinya perubahan tingkah laku klien.




4.     Model interaksi terbatas pada interaksi verbal antara klien dan konselor.




5.     Merupakan proses yang dinamis.




6.     Didasari atas penghargaaan harkat dan martabat manusia.




 




Jadi, dapat dikatakan bahwa Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995).




Dalam hal ini, Bimbingan dan Konseling meupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu, memotivasi, ataupun memecahkan masalah seseorang agar tiap individu mampu berkembang lebih optimal dalam perkembangan karakternya.




 




 




B.    TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING




 




Secara garis besar tujuan bimbingan dan konseling di bagi menjadi 2 macam, yaitu :




a.      Tujuan umum




Jika di tinjau dari perkembangan konsepsi bimbingan dan konseling maka tujuannya adalah untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predis posisi yang di milikinya sesuai dengan tuntuntan positif lingkunganya.dengan ini maka bimbingan konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupanya yang memiliki berbagai wawasan, pandangan interpretasi, pilihan penyesuaian dan keterampilan yang tepat berkenaan diri sendiri dan linkunganya.




b.     Tujuan khusus




Tujuan khusus bimbingan konseling merupakan penjabaran dari tujuan umum tersebut yang di kaitkan secara langsung dengan permasalahan yang di alami individu yang bersangkutan, sesuai dengan kompleksitas permasalahan. Masalah yang di hadapi individu yang beragam, memiliki intesitas yang berbeda-beda serta bersifat unik dengan demikan tujuan bimbingan dan konseling untuk individu satu dengan yang lain tidak boleh di samakan.




Ada pula tujuan diberikannya layanan Bimbingan dan Konseling, yaitu sebagai berikut :




1.       Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku




2.       Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko.




3.       Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.




4.       Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.




5.       Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalamberinteraksi dengan orang lain.




6.       Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial




7.       Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif




8.       Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.




9.       Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.




10.    Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.




Di samping tujuan-tujuan tersebut, Downing (1968) juga mengemukakan bahwa tujuan layanan bimbingan di sekolah sebenarnya sama dengan pendidikan terhadap diri sendiri, yaitu membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan social psikologis mereka, merealisasikan keinginannya, serta mengembangkan kemampuan atau potensinya.
Secara umum dapat di kemukakan bahwa tujuan layanan bimbingan adalah membantu mengatsai berbagai macam kesulitan yang di hadapi siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.




 





 




C.    Hubungan, Persamaan dan Perbedaan Bimbingan dan Konseling




 




1.     Hubungan Bimbingan dan Konseling




Istilah bimbingan (guidance) dan konseling (counseling) memiliki hubungan yang sangat erat dan merupakan kegiatan yang integral. Dalam praktik sehari-hari istilah bimbingan selalu digandengkan dengan istilah konseling yakni bimbingan dan konseling (guidance and counseling).




Menurut Mohamad Surya (1988), ada tiga pandangan mengenai hubungan antara bimbingan dan konseling. Pandangan pertama berpendapat bahwa bimbingan sama dengan konseling, kedua istilah tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. Pandangan kedua berpendapat bahwa bimbingan berbeda dengan konseling, baik dasar maupun cara kerja. Menurut pandangan kedua, bimbingan merupakan pendidikan sedangkan konseling merupakan psikoterapi yaitu usaha untuk menolong individu yang mengalami masalah serius.
Pandangan ketiga berpendapat bahwa bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang terpadu, keduanya tidak saling terpisah.Berkaitan dengan pandangan ketiga ini, Downing (1998); Hansen, Stefic, dan Warner (1977) dalam Prayitno (1978), menyatakan bahwa bimbingan adalah suatu pelayanan khusus yang terorganisasi dan terintegrasi ke dalam program sekolah untuk menunjang kegiatan perkembangan siswa secara optimal, sedangkan konseling adalah usaha pemberian bantuan kepada murid secara perorangan dalam mempelajari cara-cara baru guna penyesuaian diri.




Moser dan Moser(dalam Prayitno, 1978:643) menyatakan bahwa di dalam keseluruhan pelayanan bimbingan, konseling dianggap sebagai inti dari proses pemberian bantuan. Mortesen dan Schmuller (1976:56) menyatakan bahwa konseling adalah jantung hatinya program bimbingan.




 




2.     Persamaan Bimbingan dan Konseling




Istilah bimbingan dan konseling pada dasarnya memiliki persamaan-persamaan tertentu. Persamaan yang lebih jelas terletak pada tujuan keduanya, yaitu sebagai berikut :




a.      Berusaha untuk memandirikan individu.




b.     Diterapkan dalam program sekolah.




c.      Mengikuti norma yang berlaku di masyarakat tempat kedua kegiatan tersebut dilaksanakan.




3.     Perbedaan Bimbingan dan Konseling




Walaupun bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang terpadu dalam program pendidikan, tetap keduanya memiliki perbedaan, antara lain :




a.      Dari segi isi kegiatan




Bimbingan lebih banyak berhubungan pada usaha pemberian informasi dan kegiatan pengumpulan data tentang siswa dan lebih menekankan pada fungsi pencegahan. Sedangkan konseling merupakan bantuan yang dilakukan dalam pertemuan tatap muka antara konselor dan klien.




b.     Dari segi tenaga penyelenggaran




Bimbingan dapat dilakukan oleh kepala sekolah, orang tua, wali kelas dan orang dewasa lainnya kepada individu yang memerlukannya, sedangkan konseling hanya dapat dilakukan oleh tenaga yang telah terdidik dan terlatih. Dengan kata lain, konseling merupakan bentuk khusus bimbingan yaitu layanan yang diberikan oleh konselor kepada klien secara individu.




 




Dengan demikian, jelaslah bahwa konseling merupakan salah satu teknik pelayanan bimbingan secara keseluruhan, yaitu dengan cara memberikan bantuan secara individual. Bimbingan tanpa konseling ibarat pendidikan tanpa pengajaran Kalaupun ada perbedaan di antara keduanya hanyalah terletak pada tingkatannya.




BAB III




PENUTUP




A.    SIMPULAN




Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma- norma yang berlaku. Konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang konselor kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah, hal ini bertujuan untuk mengatasai masalah yang dihadapi. Persamaan antara bimbingan dengan konseling terletak pada tujuan yang hendak dicapai, yaitu sama-sama diterapkan dalam program sekolah, sama-sama berusaha untuk memandirikan individu, dan sama-sama mengikuti norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat tempat kedua kegiatan itu diselenggarakan. Perbedaan antara bimbingan dengan konseling terletak pada segi isi kegiatan dan tenaga yang menyelenggarakan.




B.    Saran




Bimbingan dan konseling hendaknya diberikan kepada setiap individu, terutama anak sekolah. Hal tersebut dilakukan agar dapat memberikan bantuan, dan mengatasi masalah yang sedang dihadapi.




 




 




 




 




 




DAFTAR PUSTAKA




 




Prayitno dan Erman Amti. 1999. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Rineka Cipta




——–.dan Juntika N. (2005). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.




Mugiarso, Heru. 2007. Bimbingan dan Konseling. Semarang: UPT MKK UNNES




www.Wikipedia.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar